Gugat Pilbup ke MK
Sumber : Admin
2 June 2010
Tim SQ Menilai Penuh Kejanggalan dan Sudah Di-Setting
GRESIK – Di tengah penghitungan maÂnual hasil pemilihan bupati Gresik 2010, keputusan besar diambil paÂsangan Sambari-M. Qosim (SQ). PaÂsangan yang pada rekapitulasi seÂmentara berada di posisi kedua itu meÂmutuskan untuk mengajukan guÂgatan resmi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Isinya, meminta lembaga peÂraÂdilan tersebut membatalkan hasil pilÂbup Gresik 26 Mei lalu.
Pasangan itu menilai, pelaksanaan PilÂbup Gresik 2010 sarat kejanggalan dan penuh rekayasa. Keputusan terÂsebut diambil setelah tim pemenangan SQ menggelar rapat internal kemarin (1/6). “Apa pun hasil keputusan KPU, kaÂmi sudah memastikan akan menolak haÂsil pilbup. Kami memilih mengaÂjuÂkan gugatan ke MK,” kata Ketua Tim Advokasi SQ Hariyadi keÂmaÂrin.
Hariyadi menjelaskan, tim SQ meÂnyebut pelaksanaan pilbup Gresik suÂdah di-setting. Hampir seluruh keÂjanggalan selama coblosan digarap seÂcara terstruktur dan sistematis. “PeÂlanggaran itu bukan hanya dilakukan paÂsangan calon, tapi juga KPU dan panÂwas (panitia pengawas). Mereka suÂdah banyak melakukan pelanggaran yang sistematis,” tegasnya.
Dia lantas membeber berbagai keÂcuÂrangan yang ditemui tim tersebut seÂlama pelaksanaan coblosan. PerÂtaÂma, maraknya dugaan money politics seÂlama pelaksanaan coblosan. Namun, nyaÂris tidak ada satu pun pelanggaran yang digarap panwas. Kalaupun ada, seluruhnya adalah berasal dari laporan tim sukses kandidat.
Yang membuat tim SQ makin cuÂriga, seÂluruh money politics itu juga tiÂdak diÂseriusi. “Lihat saja, ketika peÂmeÂrikÂsaan, masak si terlapor diÂpangÂgil dulu, baru pelapor dipanggil? Itu prosedur apa? Fakta sudah meÂnyebutkan, banyak money politics diÂlaÂkukan tim sukses resmi pasangan caÂlon,” paparnya.
Itu belum termasuk temuan-temuan lain di lapangan. Mulai adanya peÂmiÂlih yang bisa nyoblos di beberapa TPS (tempat pemungutan suara), pemilih di bawah umur, amburadulnya disÂtriÂbuÂsi surat suara yang berpotensi diÂsaÂlahÂgunakan, serta berbagai persoalan lain. Juga pelanggaran sebelum coÂblosÂan yang dibiarkan panwas, antara lain, keterlibatan para petinggi pemÂkab dalam kampanye salah satu kanÂdidat.
Asroin, anggota tim sukses SQ, meÂnambahkan, saat ini timnya tengah meÂÂnyusun draf gugatan itu. Seluruh teÂmuÂan pelanggaran di lapangan selama peÂÂlaksanaan pilbup kini tengah diÂinÂvenÂtaÂrisasi. “Satu-dua hari ke depan, gugatan itu kami kirimkan ke MK,” katanya.
Anggota KPU Gresik M. Faizin meÂnegaskan, seluruh pelaksanaan coÂblosan hingga penghitungan suara suÂdah melalui prosedur. Menurut dia, tiÂdak ada masalah yang ditemukan di laÂpangan. “Selama coblosan, tidak ada satu pun keberatan dari para paÂsangan calon, dari TPS hingga PPK. ArÂtinya, proses coblosan sudah bisa diÂterima semuanya,” tandasnya.
Meski demikian, KPU tetap memÂberikan ruang kepada semua pihak unÂtuk mengajukan keberatan. “Secara prinÂsip, kami mematuhi seluruh aturÂan yang berlaku. Kalau ada gugatan, kami serahkan sepenuhnya kepada MK,” tuturnya.
Ketua Panwas Pilbup M. Thoha meÂnegaskan, pihaknya juga sudah saÂngat netral dalam mengawasi peÂlakÂsanaan seluruh tahapan pilbup. “NaÂmun, dalam menjalankan fungÂsinya, panwas tetap harus mengÂguÂnakan prosedur pengawasan-peÂninÂdaÂkan yang sudah ditetapkan. Memang terkadang tidak semua pihak bisa mengerti,” imbuh Thoha. (ris/c3/ruk)
Pencarian:
Kata Kunci: Berita Gresik, Coblosan, Hariyadi, hasil pemilihan bupati Gresik 2010, hasil pilbup Gresik, Ketua, KPU, Mahkamah Konstitusi, MK, Money Politics, Panwas, panitia pengawas, Pilbup Gresik 2010, pilbup, PPK, Sambari-M. Qosim, SQ, tempat pemungutan suara, Tim Advokasi SQ, TPS


