Husnul Khuluq Bupati Baru Gresik

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Sumber : Admin
27 May 2010

Berita Gresik – Mantan Sekdakab Gresik, Husnul Khuluq, hampir pasti menjadi Bupati Gresik periode 2010-2015. Itu berdasarkan real count tim pasangan Husnul Khuluq-Musyaffa’ Noer (Humas) yang baru tuntas, Kamis (27/5) dini hari tadi maupun quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Konsultan Citra Indonesia.

Khuluq yang diusung PKB, PKNU, dan PPP serta mendapat dukungan Bupati Robbach Maksum ini mengungguli incumbent Sastro Soewito, Wabup Gresik yang maju sebagai calon bupati. Mantan wakil bupati periode 2000-2005 Sambari Halim Radianto yang gagal pada Pilkada 2005 juga gagal menandingi ’’kader” Robbach Maksum tersebuti. Bahkan, anggota DPRD Jatim Suhartono sebagai cabup yang diusung PIDP juga takluk.

Berdasarkan quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Konsultan Citra Indonesia, pasangan nomor urut lima Humas memperoleh suara tertinggi mencapai 40,54 persen. Urutan kedua, pasangan nomor urut tiga Sambari Halim Radianto-Moh. Qosim (SQ) sebesar 34,99 persen.

Di urutan ketiga ada Bambang Suhartono-Abdullah Qonik (Bani) 15,33 persen, keempat Mohammad Nashihan-Syamsul Ma’arif (MA) 4,17 persen, posisi kelima Sastro Soewito-Samwil (S2BY. Pasangan Sastro-Samwil Bersatu Yes meraup 3,61 persen dan terakhir pasangan independen Mujitabah-Suwarno 1,36 persen. ’’Margin error-nya hanya 2%,’’ rilis LSI soal quick count-nya itu.

Hasil final real count dinihari tadi, di uruan pertama Humas meraih perolehan suara 224.070 suara atau 39,08%. Di urutan kedua SQ dengan 199.523 suara atau 34,80%. Ketiga, pasangan Bani dengan jumlah perolehan 89.734 suara atau 15,65%.

Perbedaan dengan LSI ada di posisi keempat dan kelima. LSI menyebutkan posisi keempat dan kelima berturut-turut MA dan S2BY. Tapi, hasil real count tim Humas, di posisi keempat S2BY dengan 27.214 suara atau 4,75%. Di posisi kelima MA dengan 26.015 suara atau 4,54%. Terakhir pasangan Mujitabah-Suwarno yang memperoleh hanya 6.756 suara atau 1,18%.

Unggul di 11 Kecamatan

Dari 18 kecamatan seluruh Kabupaten Gresik, Humas menang di sebelas kecamatan, yaitu di wilayah Gresik selatan, dan Bawean, serta satu kecamatan di wilayah utara yaitu Bungah. Sedangkan tujuh kecamatan lainnya dikuasai SQ, yaitu Gresik utara dan kota.

Seluruh wilayah Gresik selatan yang terdiri atas delapan kecamatan telak dikuasai Humas. Rinciannya di Kecamatan Balongpanggang Humas 49,93%, Benjeng 49,27%, Duduksampeyan 47,38%. Di Kecamatan Cerme yang mestinya menjadi basis Bani karena Bambang Suhartono asli Cerme, Humas unggul 33,60%. Di Wringinanom, daerah asal cabup Demokrat Sastro Soewito, Humas memperoleh 50,21%, Driyorejo 39,78%. Di Menganti, asal Mujitabah dan Suwarno, Humas unggul dengan angka 34,91%, dan di Kedamean memperoleh 49,90%.

Sama seperti di Gresik Selatan, Humas juga menguasai Pulau Bawean, di Kecamatan Sangkapura Humas memperoleh 41,68%, dan Tambak 34,70%. Di Gresik utara hanya unggul di Kecamatan Bungah, daerah asal Husnul Khuluq dengan angka 47,68%.

Sedangkan lima kecamatan di Gresik utara lainnya dikuasai SQ, termasuk Kecamatan Dukun, asal Bupati Gresik Robbach Ma’sum. Di Kecamatan Dukun, SQ memperoleh 53,68%, di Panceng 35,30%, Sidayu 43,82%, Ujungpangkah 39,21%, dan Manyar 47,61%. Di Gresik kota, SQ menang telak, yaitu di Kecamatan Gresik 39,81% dan Kebomas 48,49%.

Sementara itu, perhitungan sementara dari KPU Kabupaten Gresik, pasangan Bani memperoleh 92.788 suara (16,25%), Mujitabah-Suwarno 7.360 suara (1,29%), SQ 198.677 suara (34,80%), MA 25.649 suara (4,49%), Humas 225.456 suara (39,32%), SBY 21.949 suara (3,89%). Jadi surat suara sah 520.879 atau 65,71% dari daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 868.783 pemilih. Angka ini adalah perhitungan “kasar” KPU, meskipun data input sudah 100 persen, KPU mengatakan angka ini adalah perolehan sementara, karena masih perhitungan cepat.

Money Politics

Money politics membuyarkan target perolehan suara yang dicanangkan tim pemenangan (tim sukses) pasangan Cabup-Cawabup Gresik. Daerah Gresik utara yang kental dengan Nahdlatul Ulama (NU) sehingga diprediksi menjadi kantung-kantung suara dari calon NU, yaitu Husnul Khuluq-Musyaffa’ Noer (Humas) justru dimenangkan pasangan Sambari Halim Radianto-Moh Qosim yang berangkat dari Golkar dan PKPI. Sebaliknya, daerah Gresik selatan yang masyarakatnya dikenal nasionalis justru dikuasai Humas yang diberangkatkan dari tiga partai besar NU, yaitu PKB, PKNU, dan PPP.

Salah satu tim pemenangan Humas, Zulfan Hasyim, mengungkapkan, malam sebelum hari “H” pencoblosan, tim Humas keliling ke seluruh pelosok Gresik untuk memantau kondisi yang mungkin terjadi. ’’Hasil pantauan kami, money politics terjadi hampir merata di seluruh wilayah Gresik. Jumlahnya beragam, mulai Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu per orang,” kata pria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Gresik itu.

Menurut dia, money politics ini membuyarkan peta kekuatan yang selama ini dipetakan timnya dan juga tim-tim pasangan lain. Dia terkejut bahwa money politics ternyata berekses begitu besar sehingga mampu mengubah ideologi seseorang. ’’Ini aneh, hasil ini merupakan fenomena baru, nanti akan menjadi dasar evaluasi kami. Bisa jadi akan mengubah strategi politik yang selama ini telah diyakini tepat di Gresik,” katanya.

’’Money politics ternyata mampu mengubah peta politik, mampu mengubah ideologis ke-NU-an sehingga melupakan kepatuhan seorang nahdliyin terhadap para kiai. Jika kondisi Gresik seperti ini, kita harus mencari model baru, cara apa yang nanti tepat digunakan untuk strategi politik ke depan,” tambah politikus kawakan PKB itu.

Dari hasil pantauannya, kata Zulfan, jumlah gelontoran money politics yang diterima pemilih paling besar ada di Gresik utara, nilainya mulai Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu. Itu terjadi karena wilayah pantai utara (pantura) Gresik adalah kantung NU, sementara rival terberat jagonya tidak berangkat dari NU.

Karena itu mereka memanjakan pemilih utara dengan money politik untuk merebut simpatinya dan strategi ini berhasil.  ’’Tapi mereka justru lengah di daerah yang dianggap basis mereka, mereka lupa ’’merawat” para konstituennya.

Terkait lolosnya proses money politics dari kontrol Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Gresik, Zulfan menjawab singkat. “Maling lebih pinter dari polisinya,” kata Zulfan. sep

Kata Kunci: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

    Email This Post Email This Post