Kupat Kethek Bikin Wareg

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Sumber : http://portalgresik.com
26 April 2011

[caption id="attachment_1786" align="alignright" width="300" caption="Ny Umi saat membuat kupat kethek (foto Gia/Portal-G)"][/caption] Kebomas(portalgresik.com)Kekayaan kuliner khas Gresik sangat beragam. Termasuk kuliner tradisional yang masih dilestarikan, yaitu kupat kethek. Dalam bahasa Jawa ketupat lebih popular disebut kupat.

Ketupat merupakan salah-satu cara penyajian dan pengawetan beras  khas tempo dulu. Beras dikemas dalam wadah jajaran genjang berongga yang dibentuk melalui teknik khusus. Dibuat dari bahan janur kelapa ataupun daun lontar. Selanjutnya direbus  di dalam air mendidih hingga beberapa jam. Itu diskripsi ketupat yang lumrah dikenal di banyak tempat. Tekstur beras matangnya padat, lebih tahan lama, cocok dimakan dengan sayur opor, sate ataupun rendang ikan laut.

Kupat kethek merupakan panganan khas kawasan Giri, Kecamatan Kebomas. Konon sudah dibuat warga sekitar Giri Kedaton sejak jaman Sunan Giri bertahta. Kini masih bisa dijumpai di sekitar makam Sunan Giri. Beberapa penjual kupat kethek masih bertahan menjajakan dagangannya terutama kepada para peziarah.

Sayangnya keberadaan kupat kethek berikut pembuatnya semakin langka. Salah seorang yang masih bertahan membuat kupat kethek ialah Ny Umi Solichah,48, warga Dusun Kajen, Desa Giri.

Sejak 21 tahun lalu ibu 8 orang anak ini bertahan membuat kupat kethek. Berbekal pengalaman yang didapat dari orang tua dan leluhurnya, Ny Umi Solichah setiap hari membuat sekitar 3-15 kilogram beras ketan menjadi kupat kethek.

Proses pembuatan kupat kethek lazimnya pembuatan kupat pada umumnya. Bedanya bahan dasarnya beras ketan bukan beras biasa. Pembungkusnya daun lontar bukan  janur kelapa. Yang paling spesial air untuk merebus bukan air biasa, tetapi air  lantung, merupakan air sumur yang mengandung minyak bumi mentah. Air ini diambil dari sumur-sumur minyak tua yang ada di sekitar Giri.

Memasak kupat butuh waktu sekitar 3 jam. Dari mulai beras ketan dicuci dengan air bersih, ditiriskan selama 10 menit, memasukkan beras ketan ke dalam anyaman lontar, baru dimasak dalam panci besar selama 3 jam. Setelah masak, kupat ditiriskan sekitar 1 jam, barulah dikirim ke pasar maupun ke bakul keliling.

” Kalau ramai saya bisa masak beras ketan sampai 15 kilogram, tapi sudah sejak setahun terakhir ini setiap hari kami hanya memasak 3 kilogram beras ketan saja, dan hasilnya ya sekitar Rp 20.000,’’ kata Ny Umi Solichah.

Rasa kupat kethek sangat khas. Karena berbahan dasar beras ketan maka teksturnya legit, rasanya agak asin gurih sedikit pahit seperti puli. Warga setempat biasanya makan kupat kethek dengan parutan kelapa dan gula merah yang disisir.

‘’Rasanya gurih mengenyangkan, dimakan begitu saja juga enak,’’ kata Wahyudi asal Giri Asri.(gia/wok)

    Email This Post Email This Post