Malas Copot Atribut Kampanye
Sumber : Admin
25 May 2010
Jawa Pos – BELUM terpilih, para caÂlon bupati Gresik sudah berbuat seÂenak sendiri. Sampai batas akhir peÂmasangan atriÂbut kampanye, meÂreÂka tidak segera menÂcopotnya. AkiÂbatnya, tim gaÂbungan panwas (paÂnitia pengawas), KoÂmisi PeÂmiÂlihan Umum (KPU), dan kesÂÂbangÂlinÂmas pemkab harus menÂcoÂpoti atriÂbut-atribut kampanye terÂsebut saÂtu per satu.
Batas akhir pemasangan atribut cÂaÂbup adalah Minggu (23/5). NaÂmun, sampai kemarin (24/5), masih baÂÂnyak atribut kampanye yang terÂÂpampang di tempat-tempat umum.
Ketua Panwas Pilbup M. Thoha menÂjelaskan, pihaknya terpaksa meÂnurunkan atribut-atribut itu. SeÂbab, para kandidat dan tim sukÂsesÂnya melanggar kesepakatan dalam raÂpat koordinasi sehubungan deÂngan pemasangan dan pelepasan atriÂbut kampanye. “Sesuai keseÂpaÂkatÂan, seluruh atribut harus sudah diÂbongkar Minggu pukul 24.00,” kaÂtanya.
Sayang, hingga deadline, seÂbÂagiÂan besar tim sukses ogah memÂbongkar atributnya. “Kami meÂnyayangkan sikap para tim sukses yang seperti itu,” ujar Thoha.
Dalam penertiban kemarin, tim gaÂbungan membongkar seluruh atriÂbut di jalan-jalan protokol. TeÂrutama atribut yang dipasang di kaÂwasan fasilitas umum.
Tidak hanya itu, panwas juga memÂbongkar beberapa atribut berÂukuran raksasa di beberapa titik. MiÂsalnya, di depan waduk Bunder, JaÂlan Wahidin. Poster-poster besar di papan reklame di perempatan JaÂlan Kartini dan Jalan Panglima SuÂdirman serta di beberapa kaÂwasan lain juga tak luput dari pemÂbongkaran.
Merasa tidak bisa bekerja senÂdirian, para petugas tersebut meÂminta tolong beberapa masyarakat. Terutama untuk membongkar atribut yang terpasang di tempat-temÂpat yang sulit dijangkau. SeÂmentara itu, petugas hanya menÂcopoti Âatribut kecil yang mudah terjangkau. ”Belum jadi bupati sudah menyusahkan,” ungkap seorang tukang becak yang dimintai tolong untuk membongkar atribut tersebut. (ris/c13/ruk)
Kata Kunci: atribut kampanye, Berita Gresik, calon bupati Gresik, Kartini, kesbanglinmas, Komisi Pemilihan Umum (KPU), panitia pengawas, Panglima Sudirman, Panwas, Panwas Pilbup, papan reklame, Pemkab, waduk Bunder, Wahidin


