Opname Gara-gara Tagihan PDAM Membengkak
Sumber : http://www.suara-giri.com/
22 February 2012
CERME (WWW.SUARA-GIRI.COM) - Seorang wanita asal desa Cerme Kidul kecamatan Cerme, kemarin mendatangi kantor PDAM kabupaten Gresik yang ada di kecamatan Kebomas. Wanita itu bernama Nurya Wati.
Dia mendatangi kantor PDAM karena merasa dirugikan oleh PDAM, sehingga menyebabkan kakaknya harus dirawat di rumah sakit Ibnu Sina Gresik, lantaran kaget. Kejadian itu bermula ketika bulan Desember tahun 2010, saat seorang petugas PDAM yang biasa memeriksa meteran datang ke rumah kakaknya Totok Suryadi, untuk menagih rekening.
Namun, saat itu Totok kaget dengan tagihan yang diterimanya. Sebab, tagihan pada saat itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Totok pun merasa ada kejanggalan dalam rekening tagihan itu. Dan ternyata, menurut Totok, tagihan tersebut tertukar dengan rekening milik tetangganya. Mengetahui rekeningnya tertukar, Totok pun berusaha mengingatkan kepada sang petugas. Namun, petugas dari PDAM itu justru menyatakan jika tagihan itu memang milik Totok, dan tidak ada yang tertukar.
Akan tetapi, Totok rupanya tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh petugas tersebut. Sebab, pada bulan-bulan berikutnya, tagihannya tetap saja jauh lebih kecil dari perkiraan pemakaian air di rumahnya. Totok pun segera melaporkan segera melaporkan kejanggalan itu kepada kantor PDAM cabang Cerme. Namun anehnya, petugas yang ada di kantor tersebut justru mengatakan jika hal itu memang milik Totok. Meskipun sudah mendapatlkan penjelasan seperti itu, namun dia masih tetap tidak menyerah untuk melapor ke kantor itu setiap bulannya terkait masalah itu.
Masalah baru muncul ketika menginjak bulan November 2011. Saat itu, tagihan rekening totok tiba-tiba saja menjadi sekitar 90 meter kubik dalam bulan tersebut, dengan biaya sekitar 500 ribu rupiah. Tentu saja Totok merasa kaget dan keberatan dengan hal itu, sehingga hal itu menyebabkan dia menjadi jatuh sakit, dan harus dirawat di rumah sakit selama 5 hari.
Totok pun kemudian meminta adiknya Nurya Wati untuk mengklarifikasi itu kepada pihak PDAM. Tapi, pada saat mendatangi kantor PDAM cabang Cerme itu, Nur justru mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan. Ia diusir dari kantor itu oleh Kepala Cabang PDAM Cerme. “Mereka bilang, katanya saya mau enaknya sendiri,”ungkapnya. “Katanya, kalau tagihannya sedikit saya diam saja, tapi kalau banyak kok protes?”sambung Nurya.
Nurya merasa tidak terima dengan tuduhan itu, sebab selama ini kakanya sudah melaporkan semua permasalahan itu. Akhirnya Nurya pun mengadukan masalah itu kepada Dirut PDAM Muhammad di kantornya, pada Selasa (21/2), bersama para wartawan.
Pada saat akan memasuki kantor PDAM tersebut, pihak securitiy sempat melarang para wartawan untuk masuk ke kantor tersebut, dengan alasan itu merupakan perintah dari atasan. Namun, setelah salah seorang wartawan menghubungi hp milik Muhmmad, Dirut PDAM tersebut akhirnya membolehkan para wartawan masuk. Di dalam kantor PDAM tersebut Nurya mengadukan masalahnya.
Menanggapi hal itu, Muhammad hanya berjanji jika dia akan segera menyelesaikan masalah itu. “Saya pastikan nanti, beliau tidak akan dikenakan denda dan akumulasi dari tagihan rekening yang keliru itu,”janji Muhammad. “Saya juga akan memberikan peringatan kepada Kepala Kantor Cabang Cerme yang telah berperilaku tidak menyenangkan itu kepada konsumen,”imbuhnya


