Posko Para Calon Bupati saat Penghitungan Masih Berlangsung

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading ... Loading ...
Sumber : Admin
28 May 2010

Pendukung Humas Tahan Diri, Suporter SQ Tahu Diri

Penghitungan suara pemilihan bupati (pilbup) Gresik masih berlangsung. Berdasar jadwal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik akan menetapkan hasil penghitungan suara pada 1 Juni 2010. Aktivitas beragam pun dilakukan para calon.

Chusnul Cahyadi-Aris Imam, Gresik

RUMAH di Jalan Belitung III Kom­pleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) petang kemarin (27/5) terlihat sepi. Bahkan, pagar rumah dua lantai itu tertutup rapat.

Rumah tipe 70 tersebut seperti tidak ada penghuninya. Rumah model mi­ni­malis itu adalah tempat tinggal Husnul Khu­luq, seorang calon bupati (cabup) Gre­sik yang dalam penghitungan se­mentara unggul. “Bapak sedang pergi ke luar kota,” ujar penjaga rumah ter­sebut.

Kemenangan, agaknya, memang su­dah di depan mata. Dasarnya, re­ka­pi­tu­lasi KPU, penghitungan tim sukses Hu­mas di Kantor DPC PKB Gresik, ser­ta quick count Lingkaran Survei In­donesia (LSI) dan Konsultan Citra In­donesia (KCI). Semuanya me­nun­juk­kan cabup yang diusung PKB, PK­NU, PPP, dan Gerindra itu unggul atas lima kontestan pilbup lainnya.

Meski begitu, belum ada ucapan se­lamat di rumah mantan sekretaris Ka­bupaten (Sekkab) Gresik itu. Sekretaris Pe­menangan Humas Ainurrofiq me­nga­takan, pihaknya telah meminta para pen­dukung dan simpatisan Humas un­tuk tidak melakukan kegiatan yang bi­sa mencederai perasaan calon lain.

Sebab, KPU masih belum menetapkan has­il penghitungan suara. “Sebenarnya, banyak simpatisan dan relawan yang mau menggelar pesta. Tapi, mereka ka­mi sarankan untuk tidak melakukan. Se­bab, KPU belum menetapkan hasil peng­hi­tungan suara,” ujar Ainurrofiq ke­marin.

Tim sudah sepakat bahwa sebelum KPU membuat keputusan resmi, tidak per­lu melakukan aktivitas apa pun yang berbau perayaan kemenangan.

Bila rumah Husnul sepi, tidak de­mi­kian halnya dengan posko pemenangan Humas di sebelah selatan rumah Hus­nul di Jl Belitung III GKB. Rumah yang khusus disewa untuk posko pe­me­nangan itu terlihat lebih bergairah dan seakan tidak pernah sepi.

Simpatisan dan warga masyarakat si­lih berganti mendatangi rumah ter­sebut. Di rumah itulah, biasanya, Hus­nul maupun Musyaffa’ Noer, calon wa­kil bupati (cabup), cangkrukan ber­sama para pendukung dan masyarakat. Posko tersebut buka 24 jam nonstop.

Lantas, bagaimana halnya dengan sua­sana di kediaman para kandidat yang lain? Agak berbeda. Jika pada ha­ri-hari menjelang coblosan terlihat ra­mai, kemarin terlihat adem ayem. Meski demikian, bukan berarti tak ada aktivitas sama sekali.

Kediaman Bambang Suhartono di Pe­rum GKB masih cukup ramai. Be­be­ra­pa tim pemenangan masih terlihat ber­seliweran di sana. Hanya, Bambang ti­dak ada di kediamannya.

Demikian juga halnya dengan posko milik kandidat yang diusung PDIP di Ja­lan Akim Kayat. Aktivitas masih ter­lihat di sana meski tidak seramai pa­da hari-hari menjelang coblosan.

Kediaman Sambari juga tidak jauh ber­beda. Seharian kemarin, suasana ru­mah di Perum Semen-Kebomas itu ma­sih cukup ramai. Puluhan simpatisan SQ masih nyanggong di sana.

Terlihat raut kesedihan karena jagonya kalah. “Yang jelas, semua sudah berusaha se­maksimal mungkin. Kami kalah ter­hor­mat,” kata Choirul Anam, salah seorang anggota tim sukses. (c3/*)

Kata Kunci: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

    Email This Post Email This Post