Ribuan Suara Hilang

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading ... Loading ...
Sumber : Admin
26 May 2010

Surabaya Post – Ribuan suara penumpang kapal penyeberangan ke Bawean serta pasien dan keluarga pasien di rumah sakit hilang karena KPU Gresik tidak menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) khusus di tempat itu saat coblosan Pilbup, Rabu (26/5).

Pasien diminta KPU mencoblos di TPS terdekat yang tidak mungkin dilakukan. Di RSUD Ibnu Sina terdapat 168 pasien ditambah RS swata lain dan 300 penumpang kapal bisa mencapai 1.000 lebih.

Di dekat RSUD ada TPS 06 dan TPS 07 Desa Sumber Kembangan Kecamatan Kebomas. Kedua TPS itu lokasinya berada di belakang rumah sakit. Tapi tidak ada pasien yang datang ke situ.

”Orang sakit mana mungkin mikir pencoblosan, la dirinya saja masih terkena musibah, jadi tidak mungkin mereka keluar ruangan, apalagi keluar rumah sakit hanya untuk mencoblos. Mestinya KPU menyediakan TPS keliling seperti pemilihan sebelumnya. Jadi, hak pilih mereka tidak hilang,” kata Nafi’, keluarga pasien asal Keda­nyang Kecamatan Kebomas.

Dia mengaku kebingungan, apakah harus pulang mencoblos di TPS asal atau diperbolehkan di TPS terdekat, karena KPU sendiri dirasa kurang memberikan sosialisasi di rumah sakit. “Beruntung rumah saya tidak terlalu jauh dari rumah sakit, jadi tadi pagi saya  pulang untuk mencoblos, tapi kakak ipar saya terpaksa tidak mencoblos karena harus menunggui suaminya yang sedang sakit diabetes,” kata Nafi’.

Hampir sama dengan keluarga Nafi’, seorang ibu asal Desa Sidomoro Kecamatan Kebomas yang enggan disebut namanya mengaku terpaksa tidak menggunakan hak suaranya. “Jangankan untuk mencoblos, keluar rumah sakit untuk mencari makan saja tidak sempat mas. Anak saya paru-parunya sakit parah,” kata ibu berkerudung itu.

Saat dikonfirmasi, pihak rumah mengaku tidak akan menghalang-halangi pasien yang ingin mencoblos. “Hanya saja, dengan alasan medis, dokter akan memberi pertimbangan kepada pasien tertentu. Tidak mungkin pasien yang akan menjalani operasi atau masuk ruang ICU dipaksakan keluar rumah sakit untuk mencoblos. Kalau ada apa-apanya kami yang menjadi sasaran kesalahan,” kata Gusti Rezaniansyah Rusli, Direktur RSUD Ibnu Sina.

Selain di RSUD Ibnu Sina, masih ada dua rumah sakit besar di Gresik, yaitu Rumah Sakit (RS) Petrokimia Gresik dan RS Semen Gresik. Di sampingi itu masih ada sekitar 18 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Gresik.

Sementara itu, sekitar 320 penumpang kapal motor penumpang (KMP) Express Bahari yang juga mempunyai hak pilih Pilkada Gresik juga terpaksa merelakan hak suaranya. KPU tidak menyediakan TPS khusus di Pelabuhan Gresik. Pagi tadi, jadwal keberangkatan kapal dari Gresik ke Bawean. Penumpang yang hendak menumpang kapal harus stand by di pelabuhan mulai pukul 08.00, sama seperti start pencoblosan. Sedangkan perjalanan kapal cepat tersebut tiga jam, mulai pukul 09.00.

Jadi mereka paling cepat sampai di Pelabuhan Sangkapura (Bawean) pukul 12.00, itu apabila kondisi cuaca di perairan Gresik-Bawean cerah. Belum lagi perjalanan menuju ke rumah masing-masing yang membutuhkan kesabaran dan waktu ekstra, karena kondisi jalan lingkar Bawean rusak parah. Sedangkan pencoblosan ditutup pukul 13.00.

“Kami sekeluarga khawatir golput karena waktunya sudah mepet sesampai di Bawean. Belum lagi yang saudara-saudara kami yang rumahnya wilayah kecamatan Tambak. Saya yakin tidak bisa mencoblos, karena membutuhkan waktu 2 jaman menuju Kecamatan Tambak.” Kata H. Mizan, warga Kecamatan Sangkapura.

Sedangkan, TPS khusus Pilkada Gresik hanya disediakan di Rumah Tahanan (rutan) Kelas IIB Cerme, yaitu TPS 10 Desa Banjarsari Kecamatan Cerme menjadi TPS khusus bagi tahanan dan narapidana yang akan mencoblos. Demi keamanan, lokasinya berada di dalam rutan.

Saat dikonfirmasi, anggota KPU Kabupaten Gresik, Abdul Basid mengaku kebijakan tersebut sudah sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 69 Tahun 2009. “Berdasarkan peraturan KPU itu, TPS khusus hanya disediakan di rumah tahanan, ini dilakukan semata-mata demi keamanan karena menyangkut tahanan dan narapidana,” kata Abdul Basid.

Imbas dari kerusuhan proses Pilkada di Mojokerto membuat pengamanan di sejumlah daerah yang menggelar pencoblosan diperketat, termasuk di Kabupaten Gresik. Mulai Selasa (25/5) jajaran kepolisian sudah bersiaga, malam harinya aparat berseragam coklat itu menggelar patroli dan razia di sejumlah daerah yang dianggap rawan. Ada 12 mobil patroli dari Polwiltabes Surabaya yang diterjunkan untuk patroli.

“Total itu ada sepuluh persen kendaraan di Surabaya dikerahkan ke Gresik,” kata Kombes Pol Ike Edwin, Lapolwiltabes Surabaya usai upacara gelar pasukan, Selasa (26/5).  “Itu semua juga untuk membantu Panitia Pengawas (Panwas) dan KPU, agar pelaksanaan pilkada berjalan lancar,” katanya.

Senada dengan itu, Kabag Operasi Polres Gresik, Kompol Pranatal Hutajulu, mengatakan ada tiga titik rawan di Gresik, yaitu wilayah utara, tengah dan selatan wilayah perbatasan Kabupaten Gresik. “Indikatornya, crime total dan referensi kejadian sebelumnya. Kami akan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan itu,” katanya.

Terkait dengan kondisi Gresik saat pencoblosan, dia menilai masih sangat kondusif dan tidak ada indikasi bakal terjadi kekisruhan terkait dengan pelaksanaan pilkada. “Gresik sangat kondusif, tidak ada indikasi yang berpotensi terjadi kekisruhan seperti di Mojokerto,” ujarnya

Berdasarkan pantauan Surabaya Post, kondisi saat pencoblosan hingga pukul 11.30 siang tadi., kondisi pencoblosan masih kondusif. Meskipun pengamanan diperketat, suasana masih santai,  berbeda dengan di Lamongan yang kondisinya sangat tegang karena di mana-mana aparat bersenjata lengkap bersiaga. Meskipun ada 600 pasukan tambahan dikerahkan dari Polda Jawa Timur dan Polwiltabes Surabaya suasana tetap santai, hanya beberapa kendaraan patroli yang keliling. Penjagaan dari aparat tidak terlalu menegangkan.

Bahkan, beberapa warga setempat terlihat santai  menikmati suasan kota mumpung liburan, khususnya berada alun-alun. Meskipun puluhan aparat dan kendaraan disiagakan, mereka tidak khawatir terjadi apa-apa.

Tiga pasang dari enam calon Bupati Gresik yakni Bambang Suhartono-Abdullah Qonik (Bani), Sambari Halim Radianto-Moh Qosim (SQ), dan Husnul Khuluq-Musyaffa’ Noer (Humas) menyatakan bisa melewati 30% suara pemilih sehingga menang satu putaran.

Ketua tim pemenangan SQ, Ahmad Nurhamim memaparkan, berdasarkan perhitungan timnya, SQ yang didukung oleh Golkar dan PKPI ini pasti memperoleh 44 persen suara mengungguli lima pasangan lainnya. Dari 18 kecamatan di Kabupaten Gresik, dia memastikan jagonya unggul di sebelas kecamatan, antara lain Kedamean, Cerme, Duduksampeyan, Sidayu, Kebomas, Ujungpangkah, Benjeng, Balongpanggang, Dukun, dan dua kecamatan di Bawean, yaitu Kecamatan Sangkapura dan Tambak.

“Perhitungan kami telah mantab, SQ pasti menang dalam satu putaran,” tegas Nurhamim.

Sedangkan, untuk menjaga suara tersebut, tim pasangan nomor tiga ini mengawasi dan mengawal ketat masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). Pengawasan tersebut misalnya, mengecek kondisi kotak suara dengan. Di tiap-tiap TPS, SQ telah menerjunkan tiga orang untuk mengawal pelaksanaan pencoblosan. “Mereka akan mengawasi proses pencoblosan hingga akhir penghitungan suara,” jelas Nurhamim.

Ada sekitar 4.040 pengawas plus 2.020 saksi yang telah diturunkan di masing-masing TPS untuk memantau jalanya pemcoblosan Rabu (26/5) pagi tadi. “Intruksinya mengamankan suara SQ, karena bukan tidak mungkin pencurian suara akan berjalan sesuai yaang direncanakan calon tertentu,” jelasnya.

Sedangkan, pasangan nomor urut satu, Bani juga mengaku tidak kalah dengan kubu lain. Bani yang didukung oleh PDIP, Hanura, dan Partai Buruh mengklaim akan mendapatkan dukungan suara sekitar 39 persen dari hitungan sekitar sebelas kecamatan. “Bani akan memenangkan pilkada hanya satu putaran dengan angka 39 persen,” kata Mujid Ridwan, ketua tim pemenangan Bani.

Sebelas kecamatan tersebut antara lain Sidayu, Ujungpangkah, Kebomas, Cerme, Duduksampeyan, Balongpanggang, Dukun, Manyar, Menganti, Weringinanom dan Driyorejo.

Sementara, tim Humas juga mengaku pasti menang. Kumaidi Maun, anggota tim pemenangan Humas mengatakan, berdasarkan dari survey Lembaga Survei Indonesia (LSI), Humas mengantongi 44 persen suara mengungguli pasangan lain. Pundi-pundi suara Humas diklaim berada di Kecamatan Manyar, Bunga, Sidayu, Driyorejo, Sangakpura, Tambak (Bawean), Dukun, Sidayu dan Panceng

“Kami akan memenang merata di 18 kecamatan. Dan kami sangat yakin berdasarkan hitungan LSI tersebut Humas akan memenangkan pilkada hanya dengan satu putaran,” tegas Kumaidi Maun.

Sedangkan tim sukses tiga calon lainya, Sasatro Spewito-Samwil (SBY, Sastro-Samwil Bersatu Yes), Mohamad Nashihan-Syamsul Ma’arif (MA), dan Mujitabah-Suwarno belum bisa dikonfirmasi. Sementara, untuk sedikit mengobati penasaran terkait hasil Pilkada Gresik, masyarakat bisa melihat quick count yang disiapkan oleh KPU Kabupaten Gresik di kantor KPU Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. sep

Pencarian:

Kata Kunci: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

    Email This Post Email This Post